KEMALIQ ASSYIRIK
KEMALIQ ASSYIRIK. Sebuah cerpen karya Baiq Ela Nurmayanti Aku melihat sebuah papan dengan tulisan DIJUAL tanah makam seluas 3 hektar di depan pintu masuk makam. Kemudian para warga beramai-ramai untuk menolak gagasan para pejabat tersebut, lagi pula sebenarnya aku heran, memangnya kenapa kalau seandainya makam dijual? Seharusnya para warga bersyukur, toh tanah makam itu akan dijadikan sebuah pusat perbelanjaan untuk daerah perluasan kota. Dengan begitu mereka bisa mendapat lapangan pekerjaan dan kesempatan membuka usaha yang dapat menarik minat orang-orang yang datang ke Mall itu, hanya karena alasan di dalam tanah area makam tersebut terdapat sebuah makam yang disebut Kemaliq yang dikeramatkan warga. “kami tidak akan pernah percaya pemerintah! Apa kalian mau bertanggung jawab kalau nanti Tuhan marah jika kalian membongkar makam itu?” Kata seorang warga kepada pejabat-pejabat serta orang-orang yang hendak menggusur makam. Aku terheran, mengapa mereka mengatasnamakan Tuhan dalam meny...